Apr 07

picture-2.pngTelkomsel Flash adalah layanan wireless internet yang disediakan oleh Telkomsel untuk seluruh customer Kartu Halo, Simpati, dan Kartu As. Layanan ini didukung dengan teknologi HSDPA/3G/EDGE/GPRS Telkomsel yang dapat menghasilkan kecepatan sampai dengan 3.2 Mb/s. Layanan ini diakses melalui komputer, menggunakan modem, ponsel atau router. Kecepatan tinggi ini dimungkinkan karena didukung teknologi High Speed Downlink Packet Access (HSDPA). HSDPA adalah evolusi teknologi 3G (kadang disebut dengan 3.5G) yang dapat menghasilkan transfer data yang lebih cepat daripada 3G. Kecepatan download data HSDPA secara teori dapat mencapai 3.6 Mbps sedangkan 3G maksimum hanya dapat mencapai 384 Kbps.

Telkomsel juga merilis perangkat modem USB mungil yang dikhususkan untuk layanan ini. Namun, menurut website Telkomsel, setiap perangkat modem USB, ponsel, atau router yang mendukung jaringan 3G/HSDPA dan berisi kartu GSM Telkomsel akan juga dapat digunakan untuk layanan ini. Saat berkoneksi, customer akan terlebih dulu diarahkan ke homepage tempat memilih sistem pricing yang paling pas dengan keinginan customer.

Info dan setting lebih lanjut dapat diacu pada website Telkomsel Flash: www.telkomsel.com/flash, termasuk pricing yang ditetapkan.

Mar 29

Antara — Hutchison CP Telecom Indonesia (HCPT) secara resmi meluncurkan layanan GSM selularnya untuk 2G dan 3G yang diberi nama 3 (three) dan akan mulai beroperasi besok pada Jumat (30/03). Peresmian layanan GSM 3 dilakukan secara langsung oleh Presiden Direktur Hutchison CP Telecom Indonesia, Rajiv Sawhney, bersama dengan CEO Hutchison Telecom International Ltd (HTIL) Dennis Lui dan Perwakilan dari Charoen Pokphand (CP) Indonesia Kun Chatchaval Jiaravanon di Jakarta, Kamis.

Presdir HCPT Rajic Sawhney mengatakan Indonesia mempunyai potensi pasar yang sangat besar, akan tetapi mempunyai kendala berupa tarif selular yang mahal dibandingkan empat negara di ASEAN. Rajiv mengatakan HCPT yang mempunyai lisensi untuk 2G/1800 MHz dan 3G/WCDMA menargetkan memperoleh satu juta pelanggan 3 secepatnya di Indonesia sejak peluncurannya hari ini. “Untuk mempermudah konsumen, 3 hanya memperkenalkan tiga tarif yaitu panggilan ke sesama pelanggan 3, panggilan ke bukan pelanggan 3 dan SMS,” kata Rajiv.

Untuk panggilan ke sesama pelanggan 3 hanya Rp150 per 60 detik untuk lokal dan jarak jauh, sedangkan panggilan ke bukan pelanggan 3 sebesar Rp1.000 per 60 detik untuk lokal dan Rp2.000 untuk jarak jauh, serta tarif flat SMS sebesar Rp350. “Kami juga memberi tiga kali lipat untuk pengisian pulsa. Beli pulsa Rp30 ribu, akan dapat Rp90 ribu. jadi hanya akan membayar sepertiga pulsa dari yang digunakan,” kata Rajiv. Untuk voucher, 3 menyediakan denominasi mulai dari Rp5 ribu sampai voucher tertinggi yaitu Rp1 juta dengan kelipatan Rp5 ribu.

Sedangkan untuk nomor, Rajiv mengatakan pihaknya menawarkan kepada pelanggan untuk menentukan enam nomor cantiknya sendiri setelah angka 0899.

Sementara ini, Rajiv mengatakan layanan 3 hanya akan disediakan untuk prabayar, dan nantinya akan diluncurkan produk pascabayarnya. “Kami juga meluncurkan planet 3, portal situs kami dengan banyak konten yang menarik untuk 2G dan 3G,” lanjut Rajiv.

Sedangkan untuk jangkauan, Rajiv mengatakan pada hari peluncurannya, 3 akan tersedia di 75 persen populasi di Jawa yang meliputi 76 kota di Jawa yaitu 7 ibukota propinsi(100 persen), 32 kota kabupaten (67 persen) dan 24 kota kecamatan (52 persen). Presdir HCPT itu menambahkan sebelum akhir 2007, cakupan ini akan diperluas hingga mencapai 100 persen dari kota-kota daerah kabupaten (48 kota) dan lebih dari 90 persen pada kota-kota kecamatan (46 kota). Rajiv juga menjamin layanan 3 dapat melakukan dan menerima panggilan antar operator atau interkoneksi dengan layanan telepon selular lainnya di Indonesia. 3 akan didistribusikan oleh satu distributor nasional dan enam distributor regional yang melingkupi area Jabodetabek, Jawa Tengah, Jawa Barat, Jawa Timur dan Bali.

Rajiv mengatakan, Hutchinson Telecomunications International Ltd (HTIL) menginvestasikan sebesar 1 miliar dolar Amerika dan Charoen Phokphand mengeluarkan 400.000 dolar Amerika untuk mendirikan dan mengembangkan layanan GSM 3 dan ke depan kedua perusahaan multinasional itu akan terus menanamkan investasinya pada layanan GSM 3. Ketika ditanya mengapa layanan GSM 3 terlambat dua tahun diluncurkan sejak HCPT mendapatkan ijin dari pemerintah tahun 2004, Rajiv menjawab bahwa membutuhkan banyak waktu untuk membangun infrastruktur dan pembangunan fisik lainnya di Jawa.

HCPT merupakan perusahaan kemitraan antara HTIL dengan 60 persen kepemilikan saham dengan Charoen Phokphand Group dengan kepemilikan saham 40 persen. HTIL merupakan penyedia layanan 3G di Hongkong dan Israel yang menjalankan tiga merek telekomunikasi yang berbeda yaitu Hutch, Kasapa dan 3 di sembilan pasar di Afrika dan Asia termasuk Indonesia, serta memiliki lebih dari 36,5 juta pelanggan 2G dan 3G di seluruh dunia. Sementara Charoen Pokphand merupakan perusahaan multinasional Thailand yang telah ada di Indonesia sejak 1971 dengan mempekerjakan 30.000 pegawai serta menyumbang lebih dari 1 miliar dolar Amerika ke Indonesia.(*)

Mar 14

Bisnis. Microsoft tertarik pada program pengenalan suara untuk pencarian melalui ponsel yang dimiliki Tellme Networks Inc dan tengah bernegosiasi untuk membeli perusahaan itu seharga US$800 juta. Sumber yang mengetahui rencana ini mengatakan proses pembelian ini rencananya akan dikabarkan besok. Karyawan Tellme yang berjumlah 320 orang termasuk CEO Mike McCue akan bergabung dengan Microsoft.Microsoft melihat pencarian melalui Internet dari ponsel merupakan langkah untuk mengurangi dominasi Google Inc. Saat ini Microsoft juga menambahkan fitur panggilan melalui Internet pada program Office sebagai layanan konsumen. “Telepon seluler adalah cara yang bisa dilakukan oleh Microsoft untuk masuk ke pasar baru,” ucap Danny Sullivan, peneliti yang mengkaji industri pencarian melalui Internet.

Sekitar 40% panduan direktori panggilan di AS dilayani Tellme melalui kerja sama dengan penyedia layanan telepon. Tellme juga tengah menguji coba yang memungkinkan pengguna telepon seluler mencari daftar pelaku bisnis hanya dengan mengucapkan kata kunci di telepon. Hasil pencarian akan terpampang di layar ponsel lengkap dengan petanya. Menurut Nielsen/NetRatings, Google digunakan lima kali lebih banyak dibandingkan MSN milik Microsoft dan situs pencari Windows Live.

Akusisi perusahaan Tellme ini akan menjadi akuisisi terbesar sejak Microsoft membeli vendor perangkat lunak Navision A/S senilai US$1,45 miliar pada 2002. Bill Cox, juru bicara Microsoft, dan Marci Pedrazzi, juru bicara Tellme, menolak untuk memberi komentar seputar rencana pembelian ini.

Mar 08

Bisnis. PT Sampoerna Telekomunikasi Indonesia (STI) telah mengajukan lisensi akses nirkabel tetap (fixed wireless access/FWA) kepada Ditjen Postel menggunakan teknologi CDMA 450. Dirjen Postel Basuki Yusuf Iskandar membenarkan pengajuan lisensi FWA oleh Sampoerna tersebut dengan menggunakan teknologi dan frekuensi yang mereka miliki sebelumnya. “Pemerintah telah menerima pengajuan lisensi FWA dari STI, namun setelah bertemu dengan jajaran Ditjen Postel dan Badan Regulasi Telekomunikasi Indonesia [BRTI], mereka masih akan mengkaji kembali mengenai pengajuan tersebut,” ujarnya.

STI sebelumnya dikenal dengan nama Mandara Telepon Seluler, operator seluler berteknologi CDMA dan beroperasi pada pita frekuensi 450 MHz. Mandara adalah bentuk baru dari Mobisel, operator seluler berbasis teknologi NMT (Nordic mobile telephone). STI yang memiliki merek dagang Ceria dan Neon tersebut telah memperluas layanannya hingga ke Sumatra Selatan, Jambi, Riau, Palembang, Baturaja, Lahat, Lubuk Linggau, Jawa Timur dan Jawa Tengah hingga akhir tahun lalu. Pada saat yang sama Sampoerna juga telah memberikan layanan telekomunikasi di wilayah Jambi (Bangko dan Muarabungo) dan Provinsi Riau (Pekanbaru, Dumai, Rengat dan Tembilahan). Sebelumnya operator tersebut telah menjangkau Provinsi Lampung, Bali, dan Lombok. Sementara awal Oktober akan segera menjangkau Provinsi Sumatra Selatan, Jambi, Riau dan disusul kemudian Provinsi Jawa Timur dan Jateng. Hingga pertengahan tahun lalu, jumlah pelanggan STI telah mencapai 39.000 sambungan Ceria CDMA (digital) dan masih ada sekitar 3.000 Neon NMT (analog) yang tersebar di daerah pedesaan.
STI menyatakan bahwa Telkom telah mempermudah ketersambungan telekomunikasi STI di semua cakupan layanannya. GM Intercarrier STI Soewito mengatakan pihaknya telah menerima pembukaan interkoneksi dari Telkom sehingga dapat segera melakukan ekspansi jaringan di Jabar, Jatim, Yogyakarta, Bali, Lombok, Lampung, Riau, Jambi dan Sumsel. “Kemudahan interkoneksi tersebut membuat Sampoerna menargetkan bisa meraih 750.000 pelanggan seluler baru tahun ini dari sebelumnya yang hanya sekitar 110.000 tahun lalu,” ujarnya. Soewito juga mengungkapkan seluruh operator telah menjalankan kerja sama interkoneksi secara baik dan tidak ada kendala yang berarti sejak 1 Januari.

Feb 27

Detik. Internet Protocol versi 6 (IPv6) mulai menjadi basis layanan Internet bergerak. Melalui layanan CBN Mobile, pengguna kini dapat mengakses layanan Internet berbasis IPv6. Layanan tersebut merupakan realisasi dari kerjasama antara Excelcomindo (XL) selaku penyedia jaringan dengan Cyberindo (CBN) sebagai penyedia jasa Internet.

“Kami sudah siap mengimplementasikan pemanfaatan IPv6. Boleh dibilang XL adalah operator selular pertama yang mengimplementasikan teknologi IPv6 dalam dunia fixed mobile convergence,” ungkap Hasnul Suhaimi, President Director PT Excelcomindo Pratama Tbk., Selasa (27/2/2007). Di sela-sela ajang Asia Pacific Regional Internet Conference on Operational Technologies (APRICOT) 2007 yang berlangsung di Nusa Dua, Bali, Joy Wahyudi Director of Commerce XL mengatakan bahwa layanan ini memang belum diluncurkan, namun komersialisasinya sudah dimulai sehingga pengguna sudah dapat memanfaatkannya.

Dari sisi terminal, perangkat dengan dukungan IPv6 yang tersedia di pasaran salah satunya adalah dari Nokia. Trisnawan Tjipto, Product Marketing Manager Enterprise Solutions Nokia Indonesia mengatakan bahwa saat ini sudah ada sekitar sepuluh tipe ponsel Nokia yang mendukung IPv6, dan dalam waktu dekat akan diluncurkan sekitar delapan tipe ponsel.

CBN Mobile dengan basis teknologi IPv6 merupakan pengembangan dari layanan sebelumnya yang hanya dapat diakses melalui jaringan CDMA dari Mobile-8 dan Indosat. “Kali ini kami bekerjasama dengan operator GSM, dan XL adalah operator GSM pertama yang bekerjasama dengan kami,” kata Sugiharto Darmakusuma, Chief Commercial Officer CBN.

Dijelaskannya, jumlah penguna layanan Internet mobile menunjukkan peningkatan sejak diluncurkan pada tahun 2004. “Layanan Internet mengikuti gaya hidup penggunanya, yang tidak hanya diam tapi cenderung makin mobile,” kata Sugiharto. Menurut Sugiharto saat ini sudah ada 4000-an pelanggan CBN Mobile. Kerjasama dengan operator GSM diyakininya akan memperbesar peluang meraih lebih banyak pelanggan, mengingat cakupan layanan operator GSM yang lebih luas. “Untuk tahun pertama, kami yakin dapat meraih 1.500-an pelanggan,” tandasnya.

Feb 13

Detik, Pengguna telekomunikasi di Cina tak lama lagi bisa menikmati layanan mobile 3G. China Mobile, operator jaringan telekomunikasi terbesar di Cina, menyatakan akan menggelar layanan 3G tersebut sebelum akhir Oktober 2007. Lebih dari 15 miliar yuan (US$ 1,9miliar) akan digelontorkan untuk membangun jaringan TD-SCDMA.

TD-SCDMA (Time Division-Synchronous Code Division Multiple Access) adalah standar layanan telekomunikasi 3G yang digunakan di Beijing. China Mobile akan menyelesaikan pembuatan 8.602 base station TD-SCDMA di delapan kota termasuk Beijing, Shanghai dan selatan kota Shenzhen sebelum akhir Oktober tahun ini. Perusahaan juga akan menyelesaikan procurement perlengkapan inti yang berbasiskan standar tersebut sebelum akhir Mei 2007.

Lambatnya penerapan teknologi 3G di Cina dikarenakan keinginan pemerintah Cina untuk mengembangkan sendiri teknologi 3G. Namun pemerintah berjanji akan mengeluarkan lisensi 3G pada waktunya, menyusul akan diselenggarakannya Olympiade 2008 di Beijing.

Feb 13

Detik, Hewlett-Packard memperkenalkan smartphone perdananya: HP iPaq 500, yang mengedepankan fitur perintah suara di dalamnya. Fitur ini diharapkan dapat mengurangi ketergantungan pemakai terhadap penggunaan stylus atau keyboard miniatur yang biasa digunakan pada smartphone atau PDA. Beberapa kegunaanya seperti untuk membalas email dengan mendiktekan serta mengirimkan respon suara atau sekedar mendengarkan email dan pesan yang masuk.

Kemampuan lain yang diberikan yaitu dengan tersedianya fitur Wi-Fi serta memungkinkan pengguna untuk menggunakan koneksi alternatif lain, seperti VoIP, selain fitur-fitur standar lain tentunya.

Sebagai salah satu perangkat genggam pertama yang berplatform Windows Mobile 6, HP iPaq 500 diperkenalkan pertama kali di muka umum saat acara “3GSM World Congress” yang diadakan di Spanyol.

Feb 09

Bakrie bukan cuma terkenal dengan lumpur Lapindonya. Masih ada Bakrie Telecom dengan Esia dan Wifone. Bakrie yang ini akan menambah 800 BTS demi meraih lebih banyak pelanggan, menyusul rencananya memperluas layanan di 17 kota.
Direktur Utama Bakrie Telecom, Anindya Bakrie, mengatakan saat ini perseroan yang dipimpinnya memiliki 400 BTS. Di tahun 2007 perusahaan akan meningkatkan jumlah BTS sebesar tiga kali lipat, atau menambah 800 BTS baru. Penambahan dilakukan dengan memperhatikan alokasi frekuensi di pita frekuensi 800 MHz.

“Dalam upaya mengembangkan jaringan ke luar, kami berkoordinasi dengan pemerintah dan operator untuk alokasi frekuensi 800 MHz. Alokasi tersebut perlu kerjasama dan bantuan monitoring dari pemerintah,” ujar Anindya.

Penguatan jaringan tersebut dilakukan perseroan dengan menganggarkan belanja modal sebesar Rp 2 triliun, yang diambil dari institusi-institusi keuangan, vendor financing, serta generated cash flow. Perluasan layanan dilakukan Bakrie menyusul izin prinsip yang didapatnya untuk menggelar layanan telepon tetap nirkabel secara nasional, di 17 kota di Indonesia. Selama ini, Bakrie hanya menggelar layanannya di Jakarta, Jawa Barat dan Banten.

Menindaklanjuti hal tersebut, perseroan memberanikan diri menargetkan 3,6 juta pelanggan baru. “3,1 juta akan kita raih di Jakarta, Jabar dan Banten, setengah juta sisanya di 17 kota di luar itu,” kata Anindya. Pencapaian target tersebut, menurutnya dilakukan dengan penguatan sumber daya manusia dan jaringan. Untuk efisiensi, perseroan juga menginginkan adanya infrastructure sharing dan BTS colocation.

Jan 28

Detik — Indosat akan meningkatkan ekspansi cakupan jaringannya hingga 50 persen dengan menambah sekitar 3500 sampai 4000 BTS (base transceiver station) di 2007. Hal itu diungkap Deputi Presiden Direktur Indosat, Kaizad B. Heerjee, yang mengatakan hingga akhir 2006 lalu jumlah BTS yang dimiliki Indosat sebanyak 7.000 unit. “Jadi, di akhir tahun (2007-red) BTS yang kami miliki akan mencapai lebih dari 10.000 unit,” ujarnya di Bandung. Sedangkan menurut Direktur Regional Sales Indosat, Wityasmoro Sih Handayanto, dari coverage yang ditargetkan di 2007 sekitar 45 persennya dialokasikan untuk pembangunan di luar Jawa yang sebelumnya kurang dari 30 persen.

Saat ini, lanjut Wityasmoro, di akhir 2006 lalu coverage Indosat di seluruh Indonesia belum mencapai 100 persen. Dari penjelasannya ia merinci, di area Sumbagut (Sumatera bagian utara) coverage baru mencapai 97,6 persen kemudian Sulampapua (Sulawesi Maluku Papua) baru 81 persen, sementara wilayah Jabotabek dan Banten coverage sekitar 90 persen. Kaizad mengatakan, anggaran belanja (capital expenditure/capex) Indosat untuk ekspansi jaringan di 2007 sebesar US$ 1 miliar.