Indonesia Chapter
RSS icon Email icon Home icon
  • Context Awareness

    Posted on March 14th, 2008 Admin No comments

    Aspek lain dari 4G, selain network, adalah pada service dan content. 4G diharapkan telah tergelar dengan service yang tertaut dengan baik dengan karakteristik dan kebutuhan user. Kebutuhan semacam ini mendorong dikembangkannya context awareness. Context awareness adalah kemampuan sebuah sistem untuk memahami si user, network, lingkungan, dan dengan demikian melakukan adaptasi yang dinamis sesuai kebutuhan.

    Karakteristik dari user, network, lingkungan itu disebut konteks. Namun informasi konteks sendiri menjadi kompleks dan heterogen sesuai jenis layanan yang akan didukung. Maka context awareness menjadi masalah yang besar dan menarik dalam pengembangan aplikasi, khususnya mobile, beberapa tahun ke depan.

    Beberapa bagian yang lebih sederhana dari context awareness telah mulai dibangun. Misalnya LBS: location-based service. Misalnya, sewaktu user mencari keyword tertentu (pom bensin, kafe, ATM, dll), maka ia akan memperoleh hasil yang berbeda tergantung pada posisi user. Ini dapat mulai digabungkan dengan beberapa info dari user. Misalnya pom bensin atau kafe di dekat posisi user yang menerima pembayaran dengan ATM yang dimiliki user.

    Pengenalan lokasi ini juga memungkinkan hal menarik, seperti alarm berbasis tempat (bukan waktu). User dapat diminta diingatkan untuk melakukan sesuatu saat ia (atau gadget yang dipegangnya) memasuki rumah, kantor, atau lokasi yang diinginkan; tak tergantung dari waktu ia masuk. Pengenalan lokasi semacam ini bisa jadi mempersyaratkan pemanfaatan beberapa sistem: bukan misalnya tentang GPS (saja), tetapi bisa sekaligus flag dari layanan mobile / WiMAX atau access point WiFi yang diakrabi si user.

    Kemungkinan komunikasi antar gadget, dan antar konteks, akan menjadi dimungkinkan. Alarm bisa diset misalnya, jika dua user (dua gadget) berdekatan (Alice minta diingatkan untuk membayar hutang jika dekat dengan Bob). Atau konteks lain, jika diinginkan. Misalnya setiap anggota IEEE dapat melakukan setting untuk mengenali anggota IEEE lain jika sedang berdekatan.

    Karakteristik yang dimanfaatkan bisa sangat luas: lokasi, service di lokasi, terminal dan featurenya, operator dan featurenya, data penting personal, data personal yang tak terlalu penting, relasi antar personal, kondisi lingkungan (cuaca, kurs, jenis berita tertentu). Mungkin akan rumit. Namun ini akan menjadi salah satu yang akan membedakan 4G dengan 3G. Para provider akan mulai harus memanfaatkan AI, dan mengelola informasi konteks. Umumnya ini diistilahkan sebagai Context Information Dissemination System (CIDS).

    PR di bidang ini masih sangat banyak. Jika sejauh ini baru layer IMS yang dikembangkan dan distandarkan (di layer kontrol & sinyal), maka berikutnya layer konten & aplikasi (C&A) harus dikembangkan dengan keseriusan yang sama. Layer C&A tidak dapat dipandang aman hanya karena telah terstandarkan pada layer di bawahnya, yang membuat mereka bebas tapi tetap interoperable. Context-aware services membuat layer ini harus dijaga dengan rancangan persinyalan yang sehati-hati persinyalan di layer IMS. Jika di network ada quality of service (QoS), maka di service ada quality of context (QoC).