May 02
Kompas: Perusahaan DSP Design di Inggris telah mengembangkan sebuah komputer yang memperoleh energi listrik melalui kabel jaringan bukan kabel listrik seperti saat ini. Sebelumnya peralatan yang memperoleh energi listrik lewat kabel jaringan antara lain pesawat telepon, kamera CCTV (closed circuit TV), dan akses poin wireless.
DSP berharap komputer buatannya dapat digunakan khususnya di tempat-tempat yang sulit terjangkau sumber energi listrik, sementara kabel jaringan lebih leluasa untuk digunakan.
Teknik yang disebut Power over Ethernet (PoE) bekerja karena data yang dikirim lewat kabel jaringan diubah menjadi tegangan melalui port ethernet. Daya maksimum yang dapat diberikan adalah 15,5 watt. Daya tersebut cukup untuk pesawat telepon VoIP, hub/switch, webcam, pembaca smart card, dan mungkin server video.
Sebaliknya, daya sebesar itu masih terlalu kecil untuk komputer personal. Meski begitu, DSP Design telah mengembangkan Poet 6000, komputer yang hanya membutuhkan daya 12 watt dengan mengganti monitor dengan layar datar dan komponen yang menggunakan daya rendah. Poet 6000 juga dilengkapi layar sentuh sehingga cocok digunakan pada display pameran atau tempat yang terlalu jauh untuk dijangkau kabel, terlalu mahal, atau terlalu sulit.
Sementara itu, penggunaan PoE untuk laptop sedang dalam pengembangan dan akan segera terwujud jika energi yang dihasilkan mencapai 30-35 watt. Kelak, Anda tidak perlu khawatir laptop yang sedang dipakai bekerja kehabisan daya. Bahkan Anda tak perlu repot bolak-balik untuk mengisi baterai.(bbc.co.uk/Wah)
May 02
Tiga vendor jaringan telekomunikasi, yaitu Nokia, Siemens, dan Ericsson, terpilih untuk uji coba layanan 3G Telkomsel. Trial setidaknya selama satu tahun. Ketiga vendor memperoleh tugas yang sama dalam usaha uji coba layanan 3G Telkomsel, terutama meliputi aspek teknik, kualitas, bentuk, maupun off service-nya. Dirut Telkomsel, Kiskenda, memaparkan bahwa uji coba layanan 3G baru dilakukan secara internal dan tidak terlalu memperhitungkan faktor eksternal seperti regulasi maupun lisensi yang belum siap. Namun, ungkapnya, jika di tengah proses uji coba tersebut faktor eksternal telah siap maka bukan tidak mungkin prosesnya akan dipercepat. “Kami akan pilih salah satu vendor dengan kualitas paling baik.”
Pertengahan April lalu, Nokia mengumumkan telah menandatangani persetujuan dengan Telkomsel dalam menangani paket penyempurnaan jaringan inti. Berdasarkan kontrak tersebut, Nokia bakal mensuplai paket jaringan inti 3GPP (3G partnership project) termasuk implementasi, manajemen proyek, perencanaan dan optimalisasi jaringan.
Menurut Kiskenda, Telkomsel baru memiliki izin prinsip penyelenggaraan layanan yang mulai populer di Asia sejak tahun lalu tersebut. Sementara untuk alokasi frekuensi hingga saat ini belum diperoleh.
Sebelum meluncurkan layanan berbasis 3G, anak usaha Telkom ini sudah menggelar layanan berbasis GPRS secara nasional. Sejak tahun lalu, Telkomsel juga mulai melengkapi jaringannya dengan kemampuan EDGE secara terbatas sebagai tahapan menuju 3G. EDGE selama ini dikenal sebagai teknologi perantara antara GSM/GPRS dengan 3G Wideband CDMA. (Bisnis: htr/swi)