Apr 28

Telkom akan melakukan uji coba layanan data nirkabel kecepatan tinggi berbasis EV-DO (evolution data optimized) secara nasional melalui layanan tetap nirkabel Flexi akhir tahun ini. Direktur Bisnis Jasa Telkom Suryatin Setiawan mengatakan sejauh ini uji coba layanan EV-DO sudah dilakukan di Surabaya dan secara bertahap akan diperluas ke beberapa kota lainnya. “Secara teknis layanan EV-DO sudah siap diimplementasikan melalui Flexi tapi perlu melewati proses uji coba. Rencananya mulai akhir tahun ini dilakukan uji coba secara nasional di beberapa kota,” katanya pekan lalu.

Beberapa program yang sudah dilakukan Telkom adalah menjalin kerja sama dengan sejumlah penyedia konten (content provider) sehingga nantinya mampu memberikan berbagai jenis layanan berbasis EV-DO.

Layanan Flexi berbasis EV-DO termasuk salah satu dari tiga jenis layanan pita lebar (broadband) melalui jaringan kabel dan nirkabel yang disiapkan Telkom dalam tiga tahun ke depan sebagai bagian persiapan ekspansi BUMN telekomunikasi itu ke pasar regional. Selain jaringan nirkabel yang dilayani melalui jaringan fixed wireless Flexi berbasis EV-DO, BUMN tersebut juga akan mengembangkan jaringan kabel tembaga berbasis teknologi ADSL (asymetric digital subcriber line) serta EDGE/ Wideband CDMA untuk layanan seluler Telkomsel.

Suryatin mengakui untuk masuk ke layanan data berkecepatan tinggi alokasi frekuensi yang digunakan untuk Flexi perlu ditinjau ulang karena kebutuhannya lebih besar dibanding hanya untuk layanan suara. “Sejauh ini memang masih cukup lebar karena baru satu carrier yang digunakan untuk layanan suara. Masih ada dua carrier yang bisa dioperasikan, sehingga jika hanya digunakan untuk layanan suara bisa sampai lima tahun lagi,” papar dia.

Saat ini layanan Flexi sudah menjangkau 216 kota dan ditargetkan sampai akhir tahun melayani 300 kota dengan didukung penambahan 500 BTS (base transceiver station) untuk melengkapi 1.200 BTS yang ada sekarang.

Apr 01

Kompas — Depkominfo memutuskan perubahan kode akses telepon sambungan langsung jarak jauh (SLJJ) secara bertahap mulai 1 April 2005, maksimal hingga lima tahun ke depan.
Dengan demikian, layanan SLJJ Telkom menggunakan awalan 017, dan PT Indosat dengan kode akses 011. “Keputusan didasarkan prinsip fairness kepada semua pihak, tidak merugikan konsumen, berdasarkan best practice, serta disepakati pihak Telkom dan Indosat,” kata Menkominfo, Sofyan Djalil, Jumat (1/4).

Meski demikian, karena berbagai hal kode akses SLJJ “0″ untuk PT Telkom masih dapat dipergunakan di seluruh kode area sebagaimana yang berlaku saat ini. “Penggunakan prefiks 0 bagi pelanggannya sendiri masih tetap dimungkinkan untuk semua operator. Ini bertujuan untuk mengurangi kegagalan panggil (reject call), dan sekaligus memacu semua operator untuk meningkatkan jumlah pelanggan telepon,” ungkap Sofyan.

Direktur Jasa Jaringan Telkom, Abdul Haris, mengatakan bahwa Telkom sudah menyiapkan infrastruktur, sehingga masyarakat pengguna Telkom tidak perlu bingung, karena cukup menggunakan kode seperti biasa. “Saat ini yang berubah itu kalau pengguna Telkom memanggil layanan Indosat maka harus terlebih dahulu menggunakan 011,” kata Abdul Haris.

Lebih lanjut Menkominfo menjelaskan, perubahan kode akses secara bertahap didasarkan pada perlunya sosialisasi atas rencana perubahan kode akses SLJJ di lapangan kepada masyarakat. Sebagian besar peralatan wartel juga belum siap menerima perubahan kode akses SLJJ, selain tarif rebalancing belum seluruhnya dapat dituntaskan. Menteri mengakui, dalam prespektif makro, penetrasi telepon tetap (fixed line) yang masih sangat rendah, sehingga diperlukan alternatif kebebasan bagi konsumen untuk memilih penyelenggara SLJJ. Sedangkan dari sisi kondisi objektif di lapangan atas sentral-sentral PT Telkom, saat ini masih menunjukkan kondisi yang belum siap, yang diakibatkan dampak kebijakan pemerintah yang tidak dapat dihindari. Sofyan menjelaskan, untuk mengawasi agar tahapan-tahapan perubahan kode akses dapat diselesaikan, maka dibentuk Tim Koordinasi yang terdiri dari BRTI/Ditjen Postel, PT Telkom, dan PT Indosat. “Tim ini akan diperkuat para ahli yang kompeten, dan penilai independen,” tegasnya. (Ant/Ima)

Technorati Profile