IEEE telah memulai penyusunan P1675, �Standard for Broadband over Power Line Hardware.� Standar ini akan digunakan sebagai bakuan menyeluruh dalam instalasi perangkat-perangkat komunikasi data broadband, dalam distribusi listrik, atau yang sering disingkat dengan BPL (broadband over powerline), baik dalam bentuk jaringan bawah tanah (underground) maupun jaringan atas tanah (overhead). Di dalamnya akan tercakup juga soal perlindungan bagi pekerja dan pemakai jaringan. Standar ini diharapkan akan selesai pada pertengahan 2006.
Terrence Burns, Ketua Kelompok Kerja Standar IEEE BPL, mengharapkan bahwa BPL dapat menjadi pilihan yang baik bagi akses yang lebih luas ke Internet. Nilai tambah BPL adalah kemudahan akses dan investasi yang murah, karena secara praktis hampir semua perangkat komputer yang bukan wireless berada dekat jaringan listrik.
Konsep BPL sebenarnya sederhana. Kombinasi komputer-router dan sebuah coupler menerima sinyal data dari kabel optik, dan memindahkan sinyal itu ke dalam arus listrik di jaringan tegangan menengah (JTM). Repeater di pasang setiap kilometer untuk menjaga agar sinyal tidak banyak cacat. Di dekat posisi pemakai, di mana JTM akan dikonversi dengan trafo ke jaringan tegangan rendah (JTR), dipasang repeater-router yang akan memindahkan sinyal di JTM ke JTR. Sinyal di JTR akan dapat diakses oleh customer dengan modem yang dipasang pada outlet-outlet listrik biasa.
Masalah yang harus dihadapi perusahaan distribusi listrik antara lain soal pengawasan dan pemeliharaan kualitas sinyal, dan jaringan komunikasi data secara menyeluruh, termasuk soal-soal keamanan bagi pemakai dan operator; sambil juga menjaga agar sistem yang baru ini tidak akan mengganggu distribusi listrik yang diasumsikan sudah berjalan baik.
Aug 07