Telkom akan mengembangkan layanan akses Internet berkecepatan tinggi dengan merek dagang Speedy, minimal 100.000 satuan sambungan layanan per tahun untuk mempercepat penetrasi pasar. Dirut Telkom Kristiono mengungkapkan, saat ini layanan broadband berbasis teknologi ADSL tersebut baru mulai diluncurkan di wilayah Jabotabek dan Surabaya. Selanjutnya, tutur dia, layanan Speedy akan terus dikembangkan ke kota lain yang ditargetkan sudah menjangkau 12 kota besar di Indonesia dengan kapasitas hingga 50.000 akhir tahun ini.
Target penyebaran dari layanan Speedy akan disesuaikan dengan permintaan atau kebutuhan dari pengguna yang kebanyakan berasal dari kalangan korporasi, small medium enterprise, dan perumahan yang menggunakan Internet cukup tinggi. Kristiono memaparkan dengan teknologi yang sudah matang dan skala ekonomi yang juga semakin besar, investasi ke depan akan terus menurun sehingga harga layanan Speedy yang ditawarkan kepada masyarakat juga akan semakin kompetitif.