Jul 30

Pembangunan jaringan kabel bawah laut Excelcom Pratama telah sampai ke tahap kedua yang panjangnya mencapai 1.866 km, menelan biaya investasi sebesar US$38 juta.

Rony Iswanto, GM Field Operations & Constructions Wilayah Timur mengatakan pengembangan jaringan kabel bawah laut dilakukan Excelcom untuk mengoptimalkan layanan seluler ke pelanggan. Dia menambahkan bahwa jaringan kabel bawah laut diharapkan akan dapat mendukung cakupan jaringan XL dan meningkatkan kapasitas bandwidth. Sistem yang dibangun saat ini mampu mendukung kapasitas sebesar 2,5G per pair.

Menurut Rony, fase pertama pembangunan jaringan kabel laut telah dimulai pada April 2003 dan kemudian diintegrasikan bulan Januari 2004. Pembangunan jaringan pada fase pertama yang panjangnya mencapai 920 km itu menelan biaya investasi sebesar US$13 juta. Pengerjaan proyek kabel bawah laut fase pertama mencakup daerah Bulo Bulo (Sulawesi) hingga Kawinadae (Sumbawa) sepanjang 274 km. Selanjutnya untuk menyambungkan Kawinadae hingga Senggigi (Lombok) sepanjang 366 km dan Towali (Sulawesi) ke Sangatta (Kalimantan) sepanjang 281 km.

Fase kedua yang dimulai pada Mei lalu menurut rencana akan menjangkau 946 km. Pembangunan tersebut membutuhkan biaya sebesar US$25 juta. Cakupannya dari Lombok hingga Bali sepanjang 95 km, Bali hingga Jawa Timur sepanjang 220 km, dan Jakarta ke Belitung (Tanjung Kiras) sepanjang 331 km. Selanjutnya dari Belitung ke Bangka (Tempilang) sepanjang 300 km dan Kabel Inland (Jember - Pasuruan) sepanjang 160 km. Manajemen Excelcomindo memproyeksikan pembangunan sistem komunikasi kabel bawah laut yang menghubungkan Lombok-Bali-Jawa-Sumatera selesai akhir tahun ini.

Jul 29

Teknologi GSM1x diperkirakan mulai diimplementasikan di Indonesia tahun depan walau regulasi yang ada saat ini belum mengadopsi penerapan teknologi tersebut. Harry K. Nugraha, country manager Qualcomm, mengakui sejauh ini memang belum ada regulasi yang mengatur mengenai GSM1x tapi secara teknologi sudah siap diimplementasikan di Indonesia.

“Dari kajian studi, teknologi ini juga sudah layak diimplementasikan di Indonesia dan sudah ada operator yang tertarik mengembangkan GSM1x. Tahun ini kami masih akan melihat Verizon dan China Unicom dulu tapi tahun depan mungkin sudah masuk Indonesia,” katanya.

Teknologi GSM1x merupakan teknologi yang memungkinkan dua teknologi telepon seluler yang berbeda masing-masing jaringan GSM dan jaringan CDMA2000 1x melakukan roaming dengan menggunakan handset dan nomor yang sama. Harry menjelaskan teknologi GSM1x saat ini sudah mulai dioperasikan operator Verizon AS sejak bulan lalu dan akan disusul China Unicom. Bahkan ada tiga vendor yang telah meluncurkan handset yang mendukung teknologi tersebut.

Berkaitan dengan operator Indonesia yang siap untuk teknologi itu, menurut dia, yang paling memungkinkan untuk pemanfaatan teknologi GSM1x di Indonesia adalah operator yang memiliki layanan GSM dan CDMA seperti Telkom dan Indosat.

Di sisi jaringan, ada dua solusi yang dapat dipilih operator untuk mengembangkan GSM1x yakni GSM1x Mobile Switching Node (MSN) dan GSM1x Global Gateway (GGG). Jika operator menggunakan solusi MSN maka harus didukung handset CDMA yang telah dilengkapi dengan BREW (BREW (Binary Runtime Environment for Wireless) dari Qualcomm dan ditambah aplikasi GSM. Jika menggunakan solusi GGG, handset yang diperlukan memiliki kemampuan MMMB (multi mode multi band). Secara teknis, kedua solusi ini sudah bisa diimplementasikan tergantung dari pilihan operator. Qualcomm mengaku mendukung kedua solusi implementasi GSM1x yakni dengan melengkapi BREW untuk handset yang mendukung MSN serta chipset MSM6300 untuk handset MMMB.

Vendor yang telah mengeluarkan handset untuk GSM1x menggunakan chipset Qualcomm adalah LG, Samsung, dan Motorola yang ketiganya telah dikenal sebagai pemain utama di CDMA.

Jul 28

Pasar PDA, atau sering disebut handheld computer, mulai mengalami penurunan. Ini diperkirakan akibat customer mulai lebih suka smartphone yang lebih ringkas. International Data Corp (IDC) melaporkan, penurunan pasar memang hanya sebesar 2.2% dibandingkan triwulan yang sama tahun lalu. Pangsa terbesar masih dikuasai Palm, sebesar 42%, diikuti HP, dan kemudian Sony.

Sony hanya tertinggal sedikit dibandingkan HP, namun mulai kehilangan minat untuk mengejar posisi HP, karena biaya yang terlalu besar dibanding hasil yang diperoleh. Justru sekarang Sony mulai menarik diri dari pasar Amerika dan Eropa. Toshiba yang biasanya ada di lima besar, setelah Dell, tergeser oleh perusahaan Jerman Medion.

Namun, IDC belum menganggap pasar PDA telah berakhir, karena bagaimana pun Smartphone masih memiliki banyak kelemahan untuk dapat betul-betul menggantikan PDA.

Jul 26

Sekelompok operator selular dunia telah mengumumkan niat untuk mendefinisikan platform bersama yang bersifat terbuka bagi terminal mobile, atau disebut OMTP (open mobile terminal platform). Para pemrakarsanya meliputi mmO2, NTT DoCoMo, Orange, SMART Communications, Telef??nica M??viles, TIM (Telecom Italia Mobile), T-Mobile, dan Vodafone. Para pemrakarsa ini telah mendirikan organisasi khusus untuk pengembangan OMTP, yang dinamai OMTP Limited, berkedudukan di London.

Jul 26

ITU-T mulai mendirikan kelompok kerja dalam bentuk focus group yang akan menyusun standard bagi NGN (tentang NGN, baca whitepaper di sini: http://telkom.tk/artikel/ngn-overview.pdf). Diharapkan standar ITU-T ini akan diselesaikan pertengahan tahun depan — cukup luar biasa bagi ITU yang sering membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk menyusun standard.

Ada tujuh kelompok kerja yang dibentuk ITU-T, yang masing-masing menangani soal  evolusi, QoS, keamanan, service requirement, arsitektur fungsional untuk mobilitas, kemampuan pengendalian dan persinyalan, serta network paket masa depan.

Kalangan industri telekomunikasi sendiri nampaknya sepakat untuk melakukan migrasi network mereka ke jaringan terkonvergensi yang berbasis IP dan menggunakan SIP sebagai protokol kendali; termasuk untuk jaringan mobile. Rencana standardisasi oleh ITU disambut gembira, karena memungkinkan para operator untuk bebas memilih vendor perangkat tanpa menjadi terikat, dan sebaliknya memungkinkan para vendor memperluas pemasaran ke mana saja.

Jul 22

Penjualan perangkat telepon seluler di Indonesia selama semester pertama 2004 diperkirakan mencapai 3 juta unit.  Ketua Umum Asosiasi Ponsel Seluruh Indonesia (ATSI) Robby Dharmasetiawan mengatakan penjualan perangkat telepon seluler berbasis GSM di Indonesia mengalami pertumbuhan sebesar 30% hingga 40% per tahun.

“Angka pertumbuhan penjualan sebesar itu telah berlangsung setidaknya sejak tiga tahun lalu.” Menurut Robby sampai dengan akhir tahun 2004 total penjualan ponsel di Indonesia diperkirakan mencapai 6 juta unit. Dia menjelaskan pada prinsipnya target penjualan perangkat ponsel di Indonesia mengikuti target yang dipatok operator seluler. Artinya, kalau pertumbuhan pelanggan seluler meningkat, penjualan perangkat ponsel juga akan mengikuti.
“Paling tidak realisasi penjualan ponsel mencapai 60% hingga 70% dari total pertumbuhan pelanggan seluler.”

Hal itu disebabkan sebagian pelanggan seluler menggunakan ponsel bekas. Pasar ponsel untuk segmen replacement (bekas) menurut dia juga cukup besar di Indonesia.

Jul 19

Indosat dan perusahaan Singapura StarHub telah meluncurkan layanan IP-VPN bagi perusahaan yang beroperasi di Batam dan Singapura. Layanan ini menggunakan teknologi MPLS, yang memungkinkan skalabilitas yang baik dan konektivitas yang bersifat multi-point.

Jul 12

NetScout mengumumkan akan meluncurkan aplikasi pengelola performansi bagi perusahaan yang menggunakan MPLS dalam WAN mereka. Aplikasi yang dinamai nGenius Site ini mampu mengamati trafik dan performansi aplikasi bisnis yang sebetulnya di luar spesifikasi pengamatan di level MPLS. Dengan demikian, dapat dianalisis kinerja konfigurasi MPLS dan WAN secara teroptimasi menurut watak bisnis pemakai aplikasi ini, yang lebih lanjut dapat digunakan untuk melakukan perbaikan dalam bentuk traffic engineering yang bersifat multi layer.

Jul 10

APJII akhir bulan ini berencana mengoperasikan Internet root server (mirror) di Indonesia, yang bertujuan untuk menghemat pemakaian bandwidth internasional. Ahmad Alkazimy, Internet Resources Analyst APJII, menuturkan: dengan memasang server di dalam negeri maka mengakses sebuah alamat di Internet tidak perlu melalui root server di luar negeri. “Proses resolving DNS ke root server di luar negeri yang menggunakan bandwidth internasional kini bisa dikerjakan secara lokal,” katanya.

Dia tidak bisa memperkirakan seberapa besar penghematan bandwidth internasional sebelum root server beroperasi akhir bulan ini. Selain penghematan, root server lokal juga diperkirakan mampu mempercepat akses Internet. Mengambil pengalaman di Cina, tutur Ahmad, instalasi root server lokal mampu meningkatkan kecepatan akses Internet dari resolving DNS hingga 15 kali lebih cepat dibandingkan sebelumnya.

Sekjen APJII Heru Nugroho berpendapat keberadaan root server di Tanah Air merupakan sarana yang berguna untuk pembelajaran dan pengembangan Internet di Indonesia, sebab root server itu sendiri hanya ada di 14 lokasi di seluruh dunia, termasuk Indonesia sekarang.

Root server ini akan memiliki sambungan internasional, sehingga bagi yang tidak memiliki link ke Indonesia Internet Exchange (IIX), hit ke root server dilakukan melalui sambungan internasional. Konfigurasi root server pada set-up DNS Server tidak akan berubah karena posisi server dari abjad A sampai M memiliki hirarki dan fungsi yang sama, hanya dikelola oleh institusi yang berbeda. PJI tidak perlu mengubah DNS karena hal itu akan dilakukan pada konfigurasi root server itu, rute trafik DNS di tingkat nasional akan dijadikan referensi utama sedangkan trafik ke luar negeri akan mencari akses terdekat.

Gagasan mendirikan root server di Indonesia muncul setelah serangan denial-of-service (Ddos) terhadap 13 root server dunia yang mengakibatkan akses Internet melambat cukup signifikan.
Untuk mengantisipasi serangan serupa, para pengelola server itu menghubungi APNIC.
APNIC menunjuk beberapa negara sebagai lokasi root server (mirror) dan salah satunya adalah Indonesia, menyisihkan negara lain yang masih menunggu,” ujar Ahmad.

Jul 06

Minggu ini Novell meluncurkan Mono versi 1.0, sebagai platform pengembangan setara Microsoft .Net. Pengembangan Mono hingga versi 1 ini memakan waktu hampir tiga tahun, sejak dipaparkan oleh Ximian, yang kemudian diakuisisi oleh Novell.

Paket software Mono berisi aplikasi runtime .Net, kompiler C#, dan lingkungan pengembangan terpadu (IDE). Di dalamnya juga ada dua kelompok API. Satu kompatibel dengan server dan desktop Unix. Satu lagi kompatibel dengan Microsoft .Net versi 1.1, yang meliputi juga komponen ASP.Net dan ADO.Net. Selain bisa dijalankan dengan Linux, Mono juga bisa dijalankan di atas Unix, Mac OS-X, dan Windows.

Novell menyatakan bahwa Mono versi beta telah didownload lebih dari 50,000 pemakai sejak bulai Mei tahun ini. Kalau mau ikut download versi yang sudah bukan beta ini, kunjingi saja www.mono-project.com.