Minggu lalu, Cisco menyatakan tidak berminat bergabung dengan prakarsa Infranet yang dipelopori Juniper. Penolakan itu tidak dinyatakan secara langsung, tetapi dengan membuat pernyataan bahwa Cisco tidak melihat adanya nilai dari proyek itu.
Juniper sendiri menyatakan bahwa Infranet telah didukung antara lain oleh British Telecom, Deutsche Telekom, Lucent, Hewlett-Packard, America Online, Ericsson, Siemens, Oracle, Polycom, NTT, China Unicom, Orange, Qwest, dan Telenor.
Tony Fisch, juru bicara Infranet group, menyatakan bahwa sebuah pertemuan formal telah diadakan untuk mulai mendefinisikan arsitektur dasar untuk pengembangan dua standar interface baru Infranet, yaitu untuk hubungan client-to-network dan untuk hubungan carrier-to-carrier bagi pengembangan layanan telekomunikasi tingkat lanjut.
Infranet sendiri diprakarsai Juniper akhir 2003, untuk membentuk jaringan Internet yang bukan saja baik di sisi konektivitas dan bandwidth, tetapi juga aman, andal, dan berperforma tinggi. Saat ini skema QoS dengan MPLS sudah diterapkan di Internet, tetapi umumnya untuk network milik sebuah carrier saja. Jika trafik mengalir antar carrier, belum tentu ada jaminan kualitas. Maka dirancanglah Infranet untuk mengatur performansi dan keamanan trafik antar carrier itu dengan aplikasi berbasis web. Internet diharapkan akan jadi seaman dan sehandal VPN.