Pasar solusi komunikasi data di Indonesia pada 2004 diperkirakan tumbuh 10%-15% dibandingkan tahun lalu, didorong permintaan dari penyedia layanan telekomunikasi dan sektor keuangan. Handy Surya Wirawan, direktur PT Datacraft Indonesia, menilai secara umum bisnis layanan solusi komunikasi data di Tanah Air masih prospektif di tengah fluktuasi nilai tukar rupiah terhadap dolar belakangan ini. Dia menjelaskan penyedia layanan telekomunikasi -terutama seluler berbasis GSM- dan sektor keuangan adalah dua industri yang mendorong permintaan solusi komunikasi data di Indonesia.
Penyedia layanan telekomunikasi, lanjut Handy, terus melakukan investasi jaringan untuk memperbesar pangsa pasar di tengah kompetisi yang semakin ketat. Selain itu, mereka juga mulai mendiversifikasikan layanannya di luar komunikasi suara.
Permintaan juga datang dari sektor keuangan terutama perbankan yang mulai melakukan ekspansi setelah menyelesaikan implementasi core banking. Komunikasi data dibutuhkan untuk menghubungkan kantor pusat dengan kantor cabang. “Perbankan mulai menyempurnakan infrastruktur komunikasinya seiring dengan strategi bisnisnya dengan pendekatan yang berorientasi pada nasabah, customer centric,” ujar Handy.
Dia memaparkan teknologi komunikasi berbasis Internet Protocol (IP), broadband dan nirkabel akan mendorong kebutuhan layanan integrasi solusi komunikasi data di Indonesia dalam dua tahun ke depan.
Khusus di segmen korporasi, GM Sales Information and Communication Network PT Siemens Indonesia Markus Erich Strohmeier, memperkirakan pasar solusi komunikasi data berpotensi mencapai hingga US$30 juta hingga dua tahun ke depan.