Feb 11

Penjualan peranti WLAN global selama 2003 bernilai sekitar US$2,5 miliar atau tumbuh 40% dibandingkan tahun sebelumnya.
Lembaga riset Synergy Research Group (SRG) melaporkan pertumbuhan pasar didorong segmen konsumen dan SOHO yang meningkat 66% menjadi US$1,6 miliar. Segmen SOHO tersebut mencakup 65% dari total pasar peranti WLAN. Sementara segmen enterprise sepanjang tahun lalu hanya tumbuh 9% menjadi US$869,7 miliar.

Dari kedua segmen itu, pertumbuhan didorong semakin matangnya teknologi Wi-Fi dari segi keamanan, kebutuhan konektivitas, harga yang turun dan pemulihan ekonomi secara umum.

Feb 05

Intel segera memasarkan empat tipe prosesor Pentium yang diproduksi dengan teknologi 90-nanometer secara global sebelum akhir kuartal pertama 2004.
Keempat prosesor yang sebelumnya dikenal dengan nama sandi “Prescott” itu memiliki kecepatan 2,8GHz, 3,0GHz, 3,2GHz, dan 3,4GHz, serta mendukung komputasi hyper-threading (HT), front-side bus (FSB) 800MHz dan Level (2) L2 cache 1MB. Perancangan chip ini menggabungkan transistor berkinerja tinggi dengan konsumsi daya rendah strained silicon yang dihubungkan dengan tembaga berkecepatan tinggi dan bahan dielektrik baru dengan konstanta dielektrik rendah

Budi Wahyu Jati, country manager PT Intel Indonesia, menjelaskan bahwa empat prosesor ini merupakan bagian dari enam prosesor baru yang akan dipasarkan Intel untuk segmen komputer desktop. Dua prosesor yang lain dibuat dengan teknologi 0,13 micron. Dua tipe prosesor dengan teknologi 0,13 micron ini memiliki kecepatan hingga 3,40GHz. Prosesor ini memiliki Level 3 (L3) cache 2 MB pada chip prosesor.

Tetapi sebelum aplikasi yang beredar disesuaikan dengan chip-chip terbaru ini, maka menurut beberapa pihak, kecepatannya masih kalah dibanding prosesor pendahulunya yang bernama sandi Northwood. Namun sampai akhir tahun ini, Prescott akan ditingkatkan kecepatannya hingga 4GHz, dan kelak bakal berlari lebih cepat dibanding Northwood.

Feb 04

Selama tahun 2003, Nokia masih mempertahankan posisi sebagai pemimpin pasar ponsel global selama tahun 2003 dengan menguasai 33,6% pasar ponsel di dunia.
Studi yang dilakukan IDC mengungkapkan bahwa selama tahun 2003 Nokia berhasil mengapalkan 179,3 juta unit ponsel ke seluruh dunia dari total pengapalan sebanyak 533,3 juta unit. Angka tersebut merupakan catatan atas pengapalan ponsel branded dan diluar penjualan OEM.

Posisi kedua diduduki oleh Motorola yang menjual 75,4 juta unit (14,1% pangsa pasar). Samsung menempati peringkat ketiga dengan 53 juta unit (9,9%). Menyusul adalah Siemens yang mengapalkan 45,3 juta unit (8,5%). Posisi kelima diduduki LG yang 27,4 juta unit (5,2%).

Sisanya sebanyak 152,7 juta unit diperebutkan oleh berbagai vendor lain, termasuk SonyEricsson dan beberapa vendor smartphone.

Feb 03

Pengumpulan data yang dilakukan oleh APJII menyimpulkan bahwa pengguna Internet Indonesia setidaknya 8 juta orang. Yang mengejutkan, dari angka itu, hanya tiga persen pengguna dari warnet. �Saya memperhitungkan pengguna itu berasal dari berbagai kategori (korporat besar sampai kecil, warnet, institusi pendidikan formal dan non formal, termasuk pesantren dan madrasah, selain user individual). Data paling mengejutkan bagi saya, ternyata pengguna internet yang mengaksesnya dari warnet, populasinya bisa dibilang anjlok secara drastis. Saya sampai merasa perlu harus melakukan konfirmasi bolak-balik,� kata Sekjen APJII, Heru Nugroho yang dihubungi detikcom Senin (2/2/2004).

Heru mendapatkan angka tiga persen untuk pemakai internet dari warnet setelah melakukan pemisahan institusi warnet dan institusi pendidikan. Dia menambahkan, bisa jadi bahwa sekolah, kampus, madrasah, pesantren, institusi pendidikan tersebut memperlakukan layanan akses internet dalam fungsi sebagai warnet juga. Tetapi, karena pertimbangan karakteristik komunitasnya, maka dia tidak memasukkan ke dalam kategori warnet. Hal-hal ini ditetapkan lewat diskusi dan perdebatan yang cukup panjang lebar dari tim APJII. �Jadinya soal persentase, memang cukup menarik hasilnya: institusi pendidikan punya 32 persen dari total populasi, sedangkan yang benar-benar warnet hanya 3 persen,� tegas Heru.

Menurut data, Terdapat sekitar 5000 lembaga pendidikan (sekolah, kampus, pesantren, madrasah, lembaga pendidikan non formal) yang terkoneksi ke internet.

Dua tahun lalu, ketika APJII melakukan pendataan pertama kali, pengakses yang berasal dari warnet, memiliki 42 persen dari total populasi. Pada waktu itu, banyak institusi pendidikan dan banyak korporasi belum memiliki akses ke internet. �Jadi seperti sudah saya sebut, penurunan pengakses yang datang dari warnet itu bukan melulu karena berkurangnya pelanggan, tapi juga karena migrasi pengakses internet ke institusi di luar warnet misalnya ke kampus atau sekolahnya,� tandas Heru.

Tentang dasar perolehan data, Heru menjelaskan, APJII selaku wadahnya para ISP punya kegiatan mengumpulkan data-data pelanggan, ditambah pada tahun roadshow ke sekitar 25 kota di Indonesia termasuk di Papua. Juga dilakukan konfirmasi ke lapangan langsung ke pengusaha pengusaha dan pengamat-pengamat yang ada di daerah.