Nokia, yang baru saja meluncurkan generasi communicator terbarunya N9500, mengakui bahwa pengembangan program telekomunikasi generasi ketiga (3G) terlambar dari yang ditargetkan. Menghadapi berbagai kritikan dari para operator soal tidak ada perkembangan dalam telepon genggam, CEO Nokia Jorma Ollila menjelaskan bahwa jaringan 3G harus cocok dengan sistem sebelumnya yakni sistem GSM.
Pengujian interoperabilitas itu membutuhkan waktu yang cukup lama, jauh lebih lama dibandingkan dengan sistem GSM dan GPRS. Sementara itu konsumen ingin punya telepon genggam yang lebih baik dibandingkan model yang sudah ada di pasar.
Salah satu operator pengkritik adalah Vodafone, yang menyatakan bahwa handset generasi baru saat ini terlalu berat dan tidak menarik.