Asosiasi Telepon Seluler Indonesia (ATSI) memprediksi jumlah pelanggan seluler nasional tahun 2004 bisa mencapai 24-27 juta pelanggan. Dengan demikian naik 45,9 persen dibanding tahun 2003. Pelanggan seluler nasional yang memakai teknologi GSM maupun CDMA itu akan dilayani oleh operator Telkomsel, Indosat, Exelcomindo, Lippo Telecom dan Mobile-8. Demikian diungkapkan oleh Ketua Umum ATSI Johny Swandi Sjam, seperti yang dicatat detikinet.com. Menurut catatan, hingga akhir tahun 2003 jumlah pelanggan seluler nasional sebesar 18,5 juta. Sedangkan tahun 2002 sebesar 11,3 juta pelanggan.
Menurut Johny, jumlah pelanggan seluler tahun 2004 bisa naik sebesar 45,9 persen dengan asumsi kondisi ekonomi tahun 2003 sama dengan tahun 2004. “Secara makro ekonomi lumayan bagus sama seperti tahun lalu bahkan bisa lebih baik, apalagi ada Pemilu yang membuat penggunaan telekomunikasi meningkat,” kata Johny. Secara mikro, kondisi internal perusahaan telekomunikasi saat ini juga lebih baik, setelah pada tahun 2003 banyak yang melakukan refinancing. “Restrukturisasi utang dari operator banyak yang sudah selesai sehingga mereka akan fokus meningkatkan pelanggan,” katanya.
Namun demikian, lanjut Johny, semakin banyak jumlah pelanggan maka akan membuat tingkat belanja pulsa pelanggan per bulan (ARPU/Average Revenue Per User) biasanya akan menurun, karena berbanding terbalik. “Kemungkinan ARPU nasional turun antara 0-5 persen untuk tahun ini,” katanya.