Jan 07

Jumlah pengguna pelayanan multimedia service (MMS) di Asia-Pasifik akan tumbuh dengan lebih dari 50 persen pada 2004, namun short messaging service (SMS) tetap nomor satu. Dibutuhkan waktu dua tahun lagi bagi MMS untuk menarik perhatian pengguna, sebuah laporan industri menyatakan hari ini.

MMS, dengan fitur seperti citra dan suara, lebih kaya isi ketimbang fungsi teks SMS. Akan tetapi kelompok riset teknologi informasi IDC menyatakan pertumbuhan MMS terhambat oleh masalah harga yang lebih mahal dan interoperabilitas–problem yang sama yang dihadapi SMS ketika pertama kali diperkenalkan.

Persepsi pengguna dan adanya kamera terpasang pada ponsel akan menjadi kunci bagi keberhasilan MMS, kata direktur regional bagi riset nirkabel IDC Davina Yeo.

Sementara jumlah pemakai MMS terus bertambah setiap kuartal, akan perlu waktu dua tahun lagi bagi teknologi MMS untuk mencapai daya penarik massal, ujarnya. Tahun lalu pengguna MMS hanya 2,3% dari seluruh pelanggan telpon nirkabel di Asia pasifik dan jumlah itu diperkirakan akan meningkat menjadi 4,3% pada akhir tahun ini.